Pan's Labyrinth (2006) Review Film Horor

Review Film: Pan’s Labyrinth (2006)

Fantasy Horror

Pan’s Labyrinth (2006)

Genre: Horror, Fantasy
Durasi: 1 Jam 58 menit
Tahun Rilis: 2006

Sinopsis Film Pan’s Labyrinth (2006)

Film Pan’s Labyrinth (El Laberinto Del Fauno) mengkisahkan tentang petualangan Ofelia (Ivana Baquero) dalam memenuhi persyaratan dari Faun (Dough Jones) untuk menjadi puteri reinkarnasi kerajaan bawah tanah.

Karena hobinya yang gemar membaca buku-buku dongeng, Ofelia menjadi suka berimajinasi dan membuat ibunya Carmen (Ariadna Gill) kewalahan.

Carmen yang tengah mengandung terpaksa menempuh perjalanan jauh bersama Ofelia untuk menemui suaminya Kapten Vidal (Sergi López) yang kejam.

Di tempat sang Kapten, Ofelia dan ibunya banyak dibantu oleh Mercedes (Maribel Verdú) yang berperan menjadi asisten Kapten Vidal.

Banyak hal yang terjadi selama mereka di tempat tersebut, tidak terkecuali imajinasi Ofelia yang semakin menggila.

Review Film Pan’s Labyrinth (2006)

Apa jadinya jika film horror fantasy bergabung dengan latar peperangan? Pan’s Labyrinth dapat memberikan jawabannya untukmu.

Film garapan Guillermo Del Torro ini mampu menyajikan horror fantasy yang dibalut latar peristiwa perang sipil di Spanyol pada tahun 1944.

Film Pan’s Labyrinth menceritakan tentang petualangan Ofelia baik di dunia nyata maupun khayalannya.

Ofelia di dunia dongeng banyak berurusan dengan Faun (sosok mitologi berwujud setengah manusia setengah kambing) yang ia temui di sebuah labirin tua.

Sedangkan di dunia nyata, Ofelia banyak dibantu oleh Mercedes dalam menangani ibunya yang hamil atau urusan lain.

Banyak adegan-adegan mencekam yang ditawarkan baik di dunia nyata maupun dunia imajinasi Ofelia.

Tugas yang diberikan oleh Faun mengharuskan Ofelia bertemu makhluk-makhluk mengerikan dari negeri dongeng.

Tidak main-main, sang sutradara menggarap monster-monster itu dengan sangat real dan seram, tidak kalah dengan film-film Hollywood.

Riasan dan Costum Film Pan’s Labyrinth (2006)

Riasan dan kostum yang digunakan para pemain juga sangat total.

Belum lagi efek CGI-nya yang menurut saya mampu bersaing dengan industri perfilman saat ini.

Di dunia nyata, Ofelia lebih banyak berhadapan dengan Kapten Vidal yang membenci dirinya.

Entah bagaimana si Kapten bisa menjadi ayah tirinya, tidak banyak dijelaskan dalam film.

Mercedes banyak membantu Ofelia di dunia nyata termasuk ketika berhadapan dengan Kapten Vidal.

Saya melihat Mercedes sebagai sosok pelindung yang kuat dan pemberani. Dia bahkan rela mati mati dalam keadaan terhormat.

Adegan mencengkam yang dihadirkan pada bagian ini lebih kepada kekerasan fisik.

Yaa mirip-mirip dengan adegan di film-film perang dengan sedikit penyiksaan.

Film Pan’s Labyrinth membuat saya terpesona bukan hanya pada ide kreatif ceritanya tetapi juga latar tempat yang ditampilkan, terutama ketika Ofelia berada di dunia fantasy.

Ini adalah film garapan Guillermo Del Torro pertama yang saya tonton dan saya tidak keberatan untuk menonton film-filmnya yang lain.

Adapun film-film lain yang pernah ia garap adalah The Hobbit: An Unexpected Journey (2012), Hellboy (2004), Pasific Rim (2013) dan yang terbaru The Shape of Water (2017).

Rating Film Pan’s Labyrinth (2006)

Meskipun ada unsur fantasinya, anak-anak yang ingin menonton Pan’s Labyrinth tetap perlu diawasi orang tuanya.

Karena banyak adegan kekerasan yang ditampilkan terlihat nyata dan cukup detail.

IMDB: 8,2/10
Rotten Tomatoes: 8,6/10
My Personal Rating: 8,3/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *